
-Mazmur 42:2-
”Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Halo Sobat BKA
Perayaan Natal bersama keluarga besar ITSK RS dr. Soepraoen Malang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantara Kampus ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Kegiatan ini mengusung tema Re-Connect ” Sinyal Illahi di Era Distraksi / Joy, Peace, and Chill”, yang terinspirasi dari Mazmur 42:2, yang menggambarkan kerinduan mendalam akan Tuhan sebagai sumber pengharapan dan kekuatan hidup. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Anis Ansyori, S. Psi., MARS, Psikolog. yang hadir mewakili Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menekankan pentingnya kebersamaan, persaudaraan, dan indahnya nilai toleransi di tengah keberagaman civitas akademika. Ia menegaskan bahwa perayaan Natal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum mempererat solidaritas, saling menghargai, serta menumbuhkan semangat damai yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan akademik. Pesan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir, mencerminkan suasana inklusif dan harmonis di lingkungan kampus.

Puncak perayaan Natal bersama ITSK RS dr. Soepraoen Malang ditandai dengan penyampaian firman Tuhan oleh Ps Guntur Irianto yang berlangsung penuh penghayatan dan reflektif. Dalam khotbahnya, Ps Guntur mengangkat tema yang selaras dengan Mazmur 42:2, tentang kerinduan jiwa manusia kepada Allah bagaikan rusa yang merindukan aliran air. Mengutip dalam isi khotbah : “Sama seperti rusa yang merindukan air tanpa memandang dari mana air itu berasal, setiap manusia tanpa memandang latar belakang memiliki kerinduan yang sama akan kedamaian batin. Natal mengajarkan kita bahwa kedamaian sejati tercermin saat kita mampu membawa damai bagi lingkungan sekitar, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan dengan rukun. Menemukan Ketenangan di Sumbernya, seringkali kita mencari kedamaian dalam situasi yang tenang, padahal kedamaian sejati adalah tentang siapa yang ada bersama kita. Kehausan Spiritual: Seperti rusa yang mencari air untuk bertahan hidup, jiwa kita hanya akan menemukan damai (Shalom) saat terhubung dengan Tuhan. Yesus adalah Air Hidup: Natal merayakan datangnya Sang Raja Damai. Kedamaian bukan berarti absennya masalah, tapi hadirnya Kristus di tengah masalah”. Ia mengajak seluruh jemaat untuk memaknai Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum memperbarui iman, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta menemukan kembali arah dan tujuan hidup di tengah dinamika akademik dan tantangan zaman. Lebih lanjut, Ps Guntur menekankan bahwa kerinduan rohani merupakan kebutuhan mendasar setiap insan, termasuk sivitas akademika yang kerap disibukkan oleh tuntutan intelektual, profesional, dan administratif. Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi kunci untuk membentuk pribadi yang utuh dan berintegritas. Firman yang disampaikan mengingatkan bahwa dalam situasi penuh tekanan dan ketidakpastian, iman yang berakar kuat akan menuntun seseorang tetap teguh, rendah hati, dan mampu menjadi berkat bagi sesama. Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan kegiatan tukar kado dan penyalaan lilin bersama sebagai simbol kasih, terang, dan kebersamaan. Suasana penuh sukacita dan kekeluargaan menutup perayaan Natal bersama ini, sekaligus meneguhkan komitmen ITSK RS dr. Soepraoen Malang dalam menjunjung tinggi nilai toleransi dan persatuan. Kegiatan ini terlaksana tidak lepas dari kerjasama temen temen kita di UKM Amici et Fidei yang telah melaksanakan kegiatan yang penuh sukacita dan khidmat. Jadi, apa kesan dan harapan teman teman dalam perayaan natal bersama kemarin?




