Kamis, 19 Februari 2026 – Kesehatan mental mahasiswa menjadi prioritas utama bagi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen. Sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang suportif, baru saja dilaksanakan agenda Pelatihan Peer Counseling bagi perwakilan mahasiswa setiap fakultas yang siap menjadi garda terdepan pendengar bagi rekan sejawatnya.

Acara diawali dengan sambutan hangat sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Bapak Alfunnafi’ Fahrul Rizzal, S.Kep., Ns., M.Keps., Sp.Kep.J . Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki empati dan ketangguhan mental.
“Peer Counseling adalah jembatan komunikasi. Kami berharap para peserta dapat menjadi pendengar yang aman dan solutif bagi sesama mahasiswa, sehingga tercipta atmosfer kampus yang sehat secara psikologis.”
Sesi Materi Mendalam bersama Biro Psikologi Psy Up
Memasuki inti acara, para peserta mendapatkan pembekalan intensif dari Biro Psikologi Psy Up. Sesi materi ini dirancang secara interaktif, mencakup berbagai teknik penting dalam konseling sebaya, di antaranya:
-
Active Listening: Teknik mendengarkan tanpa menghakimi.
-
Basic Counseling Skills: Cara merespons krisis emosional ringan secara tepat.
-
Etika & Privasi: Menjaga kerahasiaan dan batasan sebagai seorang konselor sebaya.

Melalui simulasi dan diskusi kelompok, tim dari Psy Up membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengenali tanda-tanda stres serta kapan harus merujuk rekan mereka ke tenaga profesional.
Menuju Kampus yang Lebih Peduli
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, ITSK RS dr. Soepraoen berkomitmen untuk terus menghadirkan support system yang inklusif. Para konselor sebaya yang telah dilatih diharapkan dapat menjadi tempat “curhat” yang terpercaya di lingkungan asrama maupun ruang kelas.
Bersama kita ciptakan ruang aman, karena setiap suara layak untuk didengar.
