Halo Sobat BKA !
Teman kita dari Program Studi Informatika, terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi inovatif. Hadani Zenita Pinkan dan Syahwa Wahyu S, sukses mengembangkan prototype COBOT, sebuah robot berkaki empat (quadruped) yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan teknologi sensor canggih dengan kontrol jarak jauh berbasis web. Teknologi ini dikembangankan di Laboratorium Informatics Research and Development (IRD) di Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang.

Pengembangan prototype tersebut dilaksanakan di Laboratorium Informatics Research and Development (IRD) ITSK RS dr. Soepraoen di bawah bimbingan Kepala Laboratorium IRD, Moch. Ali Machrus, S.Kom. COBOT ini dirancang sebagai robot berkaki empat yang mampu bergerak secara dinamis dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya melalui pembacaan sensor jarak, sekaligus dapat dikendalikan secara daring.
Keunikan dari prototype ini terletak pada penerapan Dashboard Website sebagai antarmuka utama pengendali gerakan robot. Melalui dashboard tersebut, pengguna dapat mengontrol pergerakan COBOT secara real-time dengan memanfaatkan protokol komunikasi MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) yang dikenal ringan, efisien, dan andal untuk sistem IoT. Sistem ini terintegrasi langsung dengan microcontroller yang menjadi otak pengendali robot.

Menurut pembimbing proyek, Moch. Ali Machrus, S.Kom., pengembangan COBOT ini tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga dirancang sebagai pemantik bagi mahasiswa untuk siap menghadapi berbagai kompetisi teknologi, baik di tingkat regional maupun nasional. “Mahasiswa dilatih untuk berpikir sistematis, kreatif, serta mampu mengintegrasikan perangkat keras dan perangkat lunak dalam satu solusi teknologi yang aplikatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, proyek ini juga menjadi sarana stimulasi kreativitas dan penguatan aspek kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam pengembangan produk berbasis Website dan Internet of Things. Prototype COBOT dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk untuk kebutuhan edukasi, industri, hingga bidang kesehatan yang menjadi fokus riset di ITSK RS dr. Soepraoen.
Laboratorium Informatics Research and Development berperan sebagai wadah penelitian dan pengembangan teknologi informasi yang mendukung inovasi di bidang kesehatan. Kehadiran proyek-proyek seperti COBOT ini menjadi bukti nyata peran laboratorium dalam mendorong budaya riset dan inovasi di kalangan mahasiswa.
Ke depan, ITSK RS dr. Soepraoen berharap mahasiswa mampu terus mengembangkan karya-karya teknologi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta melahirkan inovator berkarakter yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri berbasis teknologi. Sobat BKA, apa kira kira ide temen temen yang mau diciptakan?
